Kamis, 22 Mei 2008
Kategori : Umum
Penulis : ALLISA YUSTICA KRONES Potensi Listrik PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu
Kutipan dari Profil Pelayanan Listrik PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu
PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu juga dikenal sebagai PT PLN (Persero) WS2JB, memainkan peran yang besar bagi percepatan pertumbuhan perekonomian di ketiga propinsi. Melalui potensi jasa tenaga listriknya PT PLN (Persero) mencoba memberikan semangat pembangunan berkelanjutan yang mampu membuka isolasi wilayah-wilayah tertinggal di dalam pembangunan dan perekonomian masyarakat dan industrinya.
Pengelolaan jasa tenaga listrik di tiga propinsi ini dengan oleh jajaran manajemen dan karyawannya telah melahirkan sebuah konsep pengelolaan pelayanan menuju kepada kepuasan pelanggan. PT PLN (Persero) WS2JB tidak sendirian, karena didampingi oleh PT PLN (Pesero) Pembangkitan dan Penyaluran yang juga bertugas menyiapkan semua sarana produksi dan jaringan serta bagian intekoneksitas antar Wilayah se-Sumatera.
Jumlah pembangkit di wilayah ini terdiri dari 256 unit pembangkit termasuk dua unit PLTMH dengan kapasitas masing-masing 1.6 MW, 254 unit PLTD dengan kapasitas 76.90 MW serta tiga unit pembangkit baru PLTG dengan jumlah daya terpasang sebesar 155 MW. Ketiga PLTG tersebut terakhir telah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.
Dengan dioperasikannya tiga pembangkit baru tersebut sistem interkoneksi dengan Sumatera Barat dan Riau dilaksanakan serentak membuktikan Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu mampu menyeimbangkan pemerataan energi listrik dengan jumlah daya terpasang sebesar 1.436 MW di tengah beban puncak sistem sebesar 2.504 MW dan beban puncak isolated 31.96 MW, tercatat hingga akhir Desember 2007 PT PLN (Persero) WS2JB mampu menjual energi listrik 2.925.297.701 kWh
Potensi kelistrikan wilayah ini akan terus bertambah seiring dengan sumber daya energi alam yang dimilikinya, seperti cadangan minyak dan gas serta batu bara. Jumlah cadangan ini secara keseluruhan mencapai 20% dari jumlah cadangan nasional. Sebagai potensi sumber daya alam yang mampu menjadi bahan bakar produksi listrik hingga ratusan tahun mendatang untuk tiga propinsi ini.